Contoh pidato sambutan isra miraj



Dalam kesempatan yang sangat bahagia ini marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat, nikmat dan taufik serta hidayahnya semata sehingga kita semua bisa berkumpul ditempat yang mulia ini guna melaksanakan peringatan peristiwa besar yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW, yaitu Isra dan Mi’raj, mudah-mudahan pertemuan kita pada malam hari ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang ikhlas disisinya, Amin Ya robbal Alamin. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarga dan para sahabat serta semua pengikut ajaran-ajarannya beliau, karena lantaran beliaulah sehingga kita mendapat petunjuk melalui ajaran-ajaran islam, dan dengan demikian kita bisa membedakan mana perkara yang hak dan mana yang batil. Hadirin yang berbahagia setiap bulan Rajab kita senantiasa mengingat kembali peristiwa yang sangat besar yaitu Isra dan Mi’raj Nabi Besar SAW,Peringatan Isro Miraj NAbi Muhammad SAW yg kita selenggarakan pada bulan ini,sebenarnya banyak sekali hikmah yg terkandung di dalamnya yg semestinyalah kaum muslimin bisa mengambil pelajaran yg terkandung di dalmnya untuk bekal hidup guna menambah pengabdian dan Ibadah serta ketaqwaan kita kepada Allah SWT untuk itu kami mengajak kepada seluruh mustami yg asa di masjid ini khususnya dan seluruh kaum muslimin muslimat, mari kita mendengarkan uraian-uraian yang akan disampaikan oleh para mubaligh pada malam hari ini.

Hadirin yang saya mulyakan, kami selaku pengurus DKM Assa’adah, mengucapkan terima kasih kepada jajaran panitia juga kepada seluruh warga RW 14 Buniwangi khususnya Bpk Ketua RW dan para ketua RT di wilayah ke Rw an 14 Buniwangi yg telah membantu demi terselenggaranya acara Isra Mi’raj ini semoga amal kebaikan para Bapak-Ibu diterima oleh Allah SWT Aniin, Demikian kami sampaikan Mohon Maaf atas segala kekurangan.

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamualaikum wr. wb

Contoh Pidato Maulid Nabi

Assalamu’alaikum wr. wb
Pertana tama marilah kita memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah Swt yang telah melimpahkan  rahmat, Taufik dan Hidayah nya kepada kita semua,sehingga kita dapat bertemu di tempat ini dalam rangka mendengarkan dan mengungkap kembali sejarah kehidupan Rosululoh Saw.
Selanjutnya, Sholawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Besar Kita Muhamad Saw, yang telah menunjukan umat manusia dalam alam kegelapam menuju alam yang terang bemderang penuh dengan Cahaya Iman.
Bapak 2 Ibu 2, Saudara sekalian Hadirin Hadirat yang Saya Mulyakan.
Bulan Rabiul Awal adalah suatu bulan yang sangat bersejarah di dalam kehidupam manusia, karena pada bulan ini atau tepatnya pada tgl 12  Rabiul Awal tahun Gajah, telah dilahirkan seorang Pemimpin Umat Nanusia yang merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta. Beliau itu adalah junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., yang telah menyelamatkan kita dari kekafiran, kezaliman, kesewenang-wenangan dan perilaku jahiliyah lainnya. Melalui beliau Allah menunjukan manusia menuju alam yang penuh dengan cahaya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
    Oleh sebab itu ada baiknya jika bulan Rabiul Awwal itu kita jadikan sebagai sarana dan media untuk mengumpulkan kaum muslimin di masjid-masjid, majelis ta’lim dan tempat-tempat lainnya  dengan beberapa tujuan, di antaranya :
Untuk menanamkan, memupuk, dan menambah rasa Mahabbah (kecintaan) kita kepada Rasulullah Saw.
    Tujuan tersebut dikarenakan Rasulullah Saw. Adalah penyampai risalah dari Rabbnya. Allah telah mensejajarkan dan menempatkan secara bersama-sama antara ketaatan kita kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Sedang Nabi Saw lebih utama dari kita, sebagaimana yang firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 6, yang artinya :

6. Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri[1200]
[1200] Maksudnya: orang-orang mukmin itu mencintai Nabi mereka lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan.

Karenanya, kita harus cepat-cepat menyatakan loyal kepada Nabi Saw dan mencintainya, melebihi besarnya cinta kepada diri kita sendiri. Beliaulah yang memberikan petunjuk kepada kita akan kebenaran, sementara kita selalu cenderung untuk mengikuti hawa nafsu, sedang nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan.
    Beliaulah yang mengajak kita masuk ke dalam surge, sementara nafsu menganjurkan agar kita lari darinya. Beliaulah yang menghalangi agar kita tidak terjerumus ke dalam neraka, sementara nafsu mendorong kita untuk memasukinya. Oleh karena itu, Rasulullah Saw memerintahkan agar Umar bin Khathat untuk mencintai beliau melebihi cintanya terhadap dirinya sendiri. Loyalitas kita kepada Allah, karena Dialah Pemberi Nikmat, dan menunjuki ke jalan yang lurus. Sedang loyalitas kepada Rasul-Nya, karena beliaulah penyampai risalah-Nya.
Dengan demikian, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya di dalam hati, lebih dari segala apa atau siapa saja yang dicintai, lalu kita berdiri menunggu-nunggu perintah dari Allah dan Nabi-Nya.
Sebagai penutup, saya mengharapkan mudah-mudahan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad ini dapat menambah iman kita kepada Allah dan Rasul-Nya, mencintainya, dan membawa perubahan positif di dalam segala bidang kehidupan, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Popular Posts

Random Post